tahukah engkau wahai angin?
aku hanyalah sehelai daun…
yang ingin merasakan hembusan nafasmu…
yang ingin kau belai lembut…
walaupun itu dapat mencabut nyawaku…
sadarkah engkau sang mentari pagi?
aku hanyalah setetes embun…
yang berjuang untuk ada saat kau muncul…
yang berusaha menangkap hangatmu,
bahkan bila itu melenyapkanku…
mengertikah engkau rembulan malam?
aku hanyalah sejumput rumput malam…
yang mengagumi redupnya cahayamu…
yang menanti tuk bertemu muka denganmu,
meskipun hanya untuk satu malam…
yakinkah engkau, oh, belahan hati?
aku hanyalah seorang biasa…
yang menunggu untuk dapat memelukmu…
yang terus mencoba mengikat bahagia…
yang hanya kudapatkan darimu…
By: Xander™
saat rasa terasa sulit terungkap…
55 Comments »
lama sudah tak bersua dengan kegusaran
rasa ini, begitu menyiksa
begitupun dinantikan dengan penuh harap
…
ingin rasanya aku melarikan diri
dari panasnya matahari
namun bagaimanapun aku berbalik arah
diriku tak sanggup melarikan jiwaku
godaan sang dewi di panasnya matahari
tak bisa digantikan dengan sejuknya bumi
…
bodoh, sangat bodoh
menatap cahaya surya yang membutakan indera
dengan ketulusan yang membunuhku
sakit, namun tak tergantikan
…
kegembiraan yang terpancar dari pengorbanan
ya, merindukan itu sulit
tercabik-cabik diriku olehnya
menantimu sang rindu
by Xander™
saat hitam menjadi sebuah penantian…
No Comments »
seketika aku dibawa menuju suatu lorong
lurus tanpa kelok
bahkan udaranya mampu meringankan kedua kakiku
melangkah menuju ketiadaan
hanya suara tetes air menemani
kemanakah perginya temanku yang selalu ceria
kemanakah lenyapnya celotehan yang biasa meramaikan hariku
kemanakah hilangnya tawa gembira yang cerahkan hidupku
sepi sunyi
hanya angin menemani perjalanan diriku
menelusuri gelapnya lorong
maju, tanpa mundur
terkadang terdengar riuh gemuruh ratapan manusia
dari balik tembok-tembok gelap
tidak tentu, memang
bahagia namun sendu
tangis namun tawa
lebih baik-kah daripada kesunyian yang dingin ini
maju dalam sunyi
berjuang dalam kesendirian
maju, tanpa mundur
namun kuharap lorong itu tak selamanya lurus
karena hidup tak selamanya lurus
haruskah aku menunggu terang
supaya aku dapat melihat lorong lain
yang merubah arah langkah kakiku?
by Xander™
saat kesulitan menulis post baru untuk blog, dan terpancing oleh puisi-puisi dari blog lain… u know, life can be so boring!
No Comments »
hampa jiwaku terasa
menyerah kepada takdir dunia
menyeruak mengalahkan hangatnya hati
bekukan harapan dan asa
tertumpah dalam ketiadaan
akan keinginan bersamamu
hampa diriku tersirat
angin tak lagi bawa suaramu
ombak tak lagi antarkan kabarmu
cahaya tak lagi citrakan parasmu
terkurung di dalam gelap
akan cita-cita milikimu
hampa pikirku terbesit
kesunyianmu tenggelamkanku
ketidak-acuhanmu menguburku
diammu menyiksaku
menyeretku ke kedalaman tanpa batas
dimana ku tak kuasa mencarimu
hampa hatiku menanti
‘tuk angin bawa suaramu
‘tuk ombak antar kabarmu lagi
‘tuk cahaya citrakan parasmu kembali
bebaskanku dari kegelapan
tumbuhkan lagi benih harapan akan dirimu
Hampa ini…
by Xander™ - ketika kehampaan melengkapi kebosanan hidup…
Copyright© February 2008
No Comments »